Tentang Kemarin dan Hari Esok

Minggu pertama bulan Januari tahun 2017  berlalu begitu saja *sigh*, minggu kedua Januari 2017 sudah akan berakhir. Entah akibat umur yang semakin menua atau hanya karena saya tak mampu hidup dengan kesadaran penuh sehingga waktu terasa berjalan dan berlalu meninggalkan saya begitu saja, ya begitu saja tanpa ada jejak-jejak yang disadari dan membuat hidup ini terasa lebih terasa, atau istilahnya hidup yang lebih hidup he he he.

Saya masih ingat saat kecil dulu, waktu terasa berjalan lambat sekali, saat  SD rasanya saya ingin segera menjadi “orang gede” sebab rasanya nggak enak banget diangap anak kecil terus, dan perasaan saya waktu itu kok ya menjadi gede itu  lama sekali, eh ketika sudah beneran gede tua tiba – tiba saja jalannya waktu seperti terbang, berlalu begitu saja hiks hiks.

Well, tahun sudah berganti, tahun lalu saya punya keinginan untuk lebih sering menulis di blog, dan keinginan tinggal keinginan, tetap saja saya malas menulis, nah tahun ini moga – moga saja motivasi saya menulis bisa lebih baik dari tahun lalu, amiiin.

Intronya panjang banget he he he…

Ngomong – ngomong tentang waktu, intinya saya sangat berterima kasih dan bersyukur sebab di tahun 2016 kemarin saya baik – baik saja, Alhamdulillah diberikan kesehatan, dan kecukupan rezeki (menurut ukuran saya). Di tahun 2016 akhirnya saya menggenapkan perjalanan traveling dinas saya ke 34 provinsi seluruh Indonesia (paling tidak semua ibukota provinsi di Indonesia sudah saya datangi). Provinsi terakhir yang saya datangi adalah Lampung, ya provinsi terdekat dari DKI Jakarta di mana saya tinggal, tetapi paling belakangan saya kunjungi.

Selain menggenapkan 34 provinsi, saya juga berkesempatan pergi ke luar negara yaitu Thailand dan Australia. Ah saya bersyukur sekali bisa kembali ke Australia, walaupun hanya ke Sydney dan Brisbane (pengennya keliling ke mana – mana, tapi apalah aku mah hanya scholarship awardee he he). Awalnya saya sudah niatkan mau mengunjungi Wollongong, kota di mana almamater saya University of Wollongong berada, tetapi karena pada hari yang saya rencanakan itu terjadi badai di hampir seluruh wilayah NSW, niat saya ke Wollongong tidak bisa terwujud, semoga  masih ada kesempatan saya untuk kembali dan bernostalgia di sana.

Bagi saya, apapun namanya perjalanan dinas atau traveling liburan atau tugas belajar, rasa syukur saya tak henti atas kesempatan itu, kalau ada yang berpikir bahwa jalan – jalan dibayarin kantor itu pasti bisa dapat banyak duit, saya harus bilang kalau duit bukan yang ada di pikiran saya saat pergi – pergi, yang ada di pikiran saya hanya rasa excitement atau rasa senang karena pada setiap perjalanan akan selalu memperkaya pengalaman dan jiwa saya. Seriously, saya percaya betul dengan satu penggalan petuah Imam Syafii berikut ini :

Orang berilmu dan beradab tidak diam beristirahat di kampung halaman. Tinggalkan negerimu dan hidup asing  (di negeri orang). Merantaulah…Kau akan dapatkan pengganti dari orang-orang yang engkau tinggalkan (kerabat dan kawan). Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang

Cukuplah rasa syukur saya tentang jalan – jalan di tahun 2016 (walaupun suka ada yang iseng menggoda kapan ketemu istrinya, kapan bikin anak bla bla..dan saya cuek bebek). Tahun lalu juga membuat saya takjub sama diri saya sendiri karena saya berhasil membuat perubahan signifikan dalam hidup saya, ya saya mulai Olah Raga dan mencoba mengatur pola makan sehat, bagi yang mengenal saya lama,pasti tahu olah raga has never been my thing, dan sejak awal usia 30an saya selalu overweight cenderung obesitas alias chubby..hiks hiks.

Entah malaikat mana yang memberikan saya “hidayah” he he.. sejak bulan Mei 2016 saya jadi member gym/ fitness center, sejak saat itu pula saya mengatur makan (banyakin sayur buah, mengurangi nasi bla bla), dan hasilnya alhamdulillah di tahun 2016 berat badan saya turun 10 kg, dan saya jadi kecanduan ngegym, saya pikir saya jadi sedikit terobsesi untuk punya badan yang lebih berotot sekarang he he he.

Well, dua hal itu yang bisa saya garis bawahi dengan tulisan tebal tentang apa yang terjadi dengan kemarin, alias tahun 2016. Untuk hari esok, yang artinya hari – hari ke depan di tahun 2017 dan moga – moga di tahun – tahun berikutnya, saya hanya ingin mempertahankan kebiasaan olah raga dan pola makan sehat saja, selanjutnya saya ingin tetap bepergian, nggak penting apakah itu karena dibayarin kantor, ataukan saya harus nabung, pokoknya saya ingin dan harus pergi – pergi… Amiiiiin.

Oh ya, keinginan lainnya di hari esok adalah, saya akan mencoba untuk menerapkan hidup dengan berkesadaran, menikmati setiap detik, menit, jam dan hari dalam hidup saya, saya ingin setiap momen dalam kehidupan saya memeberikan saya rasa syukur yang lebih, dan sepertinya salah satu caranya adalah dengan menuliskannya, moga – moga saya diberikan jalan untuk mencapai keinginan ini.

Akhirnya, sekali lagi saya bersyukur atas apa yang saya alami di tahun kemarin, dan saya berharap di hari esok saya bisa mempertahankan yang baik – baik, dan menambahkannya dengan hal – hal yang bisa menambahkan makna hidup saya.  Amiiiiiiin.

One thought on “Tentang Kemarin dan Hari Esok

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s