Me, lately

Pak, diminta bos berangkat ke NTT hari Minggu besok, pesawat paling pagi jam 5.00, pulang Selasa jam 7.00 pagi pak

Jum’at tengah malam waktu Palu Sulawesi Tengah HP saya bergetar – getar karena ada SMS dengan isi pesan tersebut. Baru pagi harinya pesan singkat di HP itu saya baca dengan kesadaran penuh, gile aja bro semalam ngantuk banget, saya baru sampai di Palu hari Jum’at siang, hari sebelumnya saya baru sampai di Jakarta setelah 3 hari di Palembang. Jangan ditanya bagaimana rasanya badan ini, bukan capek kayak habis nyangkul sawah sehektar sih, tapi lebih ke fatigue atau penat karena kebanyakan duduk di pesawat, di mobil atau di taksi tapi otak tetep muter nggak santai banget. Saya males berdebat dan mikir terlalu njlimet, jadi tanpa banyak tanya dan perlawanan saya ketik pesan OK, dan pagi – pagi buta di hari Minggu saya sudah terbang ke Kupang dengan pesawat kecil buatan pabrik Bombardier.

Saya senang traveling, tapi kalau bisa yang nggak sambil kerja, saya senang bertemu banyak orang, tapi kalau bisa milih, ketemu banyak orangnya dalam suasana santai aja, ketawa ketiwi kayak nonton stand up comedy gitu he ..he. Sayangnya pilihan hidup saya sekarang adalah pekerjaan yang seringnya mengharuskan saya traveling untuk BEKERJA dan ketemu BANYAK ORANG dengan masalahnya masing – masing. Ada kawan pernah ngomong kalau hidup saya kelihatannya enak, sering pergi, bertugas ke banyak tempat di Indonesia dan kadang – kadang ke luar negara juga, dia bilang pasti banyak duit honornya, terus bisa datang ke tempat – tempat wisata gratis. Ho ho ho ho…bukannya saya tidak bersyukur, tapi kawan saya itu hanya menilai dari luar kan, dia tidak ngalamin harus bangun dini hari untuk mengejar pesawat jam 5 pagi, terus tidak ngalamin harus meninggalkan keluarga di rumah dalam waktu lama, tidak perlu ngadepin banyak orang hanya untuk curhat, titip pesan yang isinya minta solusi atas masalah – masalah, belum lagi kalau melihat situasi dan kondisi daerah yang memprihatinkan, terus lagi harus membuat laporan, kajian, analisis dan lain – lain.

Saya nggak pengen membahas rumput tetangga lebih hijau atau hidup saya lebih enak atau lebih sengsara dari orang lain. Itu mah basi, semua orang pasti tahu kalau semua orang punya jalan hidup masing – masing, perkara susah senang sudah ada yang atur, semuanya tergantung bagaimana menyikapinya saja. Saya cuma mau cerita kalau sudah akhir – akhir tahun begini, rasanya saya kayak bagian dari suku nomaden yang pindah – pindah buat cari sumber makanan untuk bertahan hidup, saya mencoba menikmatinya sih, banyak pengalaman, pelajaran, pencerahan dan terutama pengkayaan sisi spiritual saya, itulah yang paling saya syukuri dari pekerjaan saya sekarang, secara batiniah saya merasa kaya, karena saya bisa melihat betapa beragamnya manusia yang saya temui, dan saya bisa mengambil pengetahuan dan pemahaman dari banyak manusia yang saya temui itu. Di sisi lain saya bisa ikut merasakan kegelisahan, keresahan dan harapan banyak orang, terutama mereka yang jauh dari hingar bingar kekuasaan.

Walaupun begitu, saya tetap berharap, diujung hari ketika pekerjaan ini sudah selesai, saya ingin sekali traveling tanpa mikir, saya mau pergi ke banyak tempat tapi hanya untuk leyeh – leyeh saja, menikmati hidup. Semoga.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s