Catatan dari pelaksanaan MUNAS V PPGI di Denpasar, Bali

Rasa lelah barangkali masih terasa oleh setiap peserta dan terutama oleh anggota panita perhelatan akbar MUNAS V Persatuan Perawat Gigi Indonesia (PPGI) tanggal 29 Oktober sampai tanggal 1 November 2009 kemarin. Semua panitia telah bekerja keras untuk mewujudkan acara ini dengan segenap kemampuan yang ada, sementara para peserta kelelahan karena mengikuti sidang-sidang komisi, rapat pleno serta pemilihan ketua umum ditambah kecapaian karena perjalanan wisata baik wisata pemandangan alam dan budaya juga terutama wisata belanja, Bali memang pulau surga, the paradise island.

Saya percaya kenangan manis telah terukir di hati masing-masing peserta MUNAS kali ini, semua perawat gigi yang hadir tentu akan merasa berbesar hati karena ternyata ada begitu banyak harapan dan janji yang bisa digapai di masa depan. Harapan semua insan perawat gigi Indonesia bagi kemajuan dan kejayaan profesi yang tentunya akan membawa kesejahteraan lahir dan batin bagi setiap anggotanya. Janji yang diucapkan oleh pimpinan PPGI yang baru terpilih, janji suci untuk memenuhi harapan semua anggota.

Bentuk dari harapan dan janji itu antara lain adalah terwujudnya regulasi atau payung hukum yang kuat bagi eksistensi profesi dan bentuk pelayanan perawat gigi di tengah masyarakat, ditambah pengembangan-pengembangan keilmuan, keterampilan serta mutu layanan profesi perawat gigi Indonesia serta bertambah solidnya persaudaraan dan silaturrahmi antar anggota profesi PPGI se-Indonesia.

Catatan paling penting yang bisa digoreskan dari pelaksanaan MUNAS V di Bali ini adalah PEMBELAJARAN, bahwa PPGI sebagai organisasi profesi perawat gigi Indonesia harus terus menerus belajar dari segala kekurangan dan kelemahan di masa lalu, jangan cepat puas dan sombong oleh pencapaian-pencapaian yang telah di raih. Para pimpinan dan pengurus yang baru hendaknya bersiteguh untuk terus menjalankan amanat anggota sesuai AD ART, rencana kerja dan kode etik perawat gigi. Tampilkanlah kepemimpinan yang berwibawa yang mempunyai integritas keilmuan dan sikap yang mumpuni.

Akhirnya  untuk seluruh anggota profesi PPGI se-Indonesia pembelajaran yang harus diambil adalah : terus meneruslah memperbaiki diri dengan meningkatkan ilmu, keterampilan, mutu layanan serta terus berpartisipasi aktif dalam organisasi profesi PPGI. Kemajuan dan kejayaan PPGI hanya akan bisa diraih dengan sinergi yang kuat antara pimpinan, pengurus dan seluruh anggota PPGI di seluruh wilayah Indonesia, dan tidak lupa pula kerja sama yang harmonis dengan semua stakeholders organisasi. Jayalah PPGI-ku, majulah perawat gigi Indonesia, sekarang dan selama-lamanya.

3 thoughts on “Catatan dari pelaksanaan MUNAS V PPGI di Denpasar, Bali

    1. To Enzo :
      Sekilas pokok-pokok hasil MUNAS :
      1. Perubahan AD/ART :
      a. Masa kepengurusan DPP, DPD & DPC dari 3 Tahun menjadi 4 Tahun
      b. Ketua hanya bisa dipilih 2 kali
      2. Program Kerja DPP :
      a. Perubahan nama Jurusan Kesehatan Gigi menjadi Jurusan Keperawatan Gigi
      b. Mengusulkan regulasi praktek mandiri perawat gigi
      c. dll
      3. Ketua Terpilih baru : Ibu Sutriana Lela
      Begitu ya, semoga memberikan sekilas info.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s