MENGEMBANGKAN KLINIK GIGI YANG EFEKTIF DAN EFISIEN (Bagian 3)

MENGAPA HARUS BERKEMBANG ?

Peradaban manusia sungguh merupakan suatu keadaan yang tidak pernah berhenti berubah. Dari permulaan terciptanya makhluk manusia sampai detik ini sudah berfase-fase zaman telah dicatat dalam sejarah manusia, hingga saat ini manusia berada pada fase modern yang ditandai dengan semakin menghilangnya sekat-sekat atau batas-batas yang mengisolasi kelompok-kelompok dan bangsa-bangsa di dunia, sekarang manusia dapat dengan mudah bepergian, berkomunikasi dan mendapatkan informasi dari belahan manapun di dunia dengan bantuan teknologi yang telah dan sedang berrevolusi sedemikian dahsyat.

Istilah globalisasi merupakan istilah yang sangat akrab di telinga setiap orang pada generasi yang hidup di atas permukaan planet bumi dewasa ini. Meskipun tidak setiap orang memahaminya dengan pasti, tetapi kata globalisasi telah menjadi “merk dagang” zaman ini. Globalisasi telah menjadi penanda dari perubahan zaman yang akan terus berlangsung. Globalisasi pulalah yang dapat dianggap sebagai salah satu alasan bahwa manusia harus berubah.

Manusia harus berubah, organisasi harus berubah, pelayanan kesehatan gigi juga harus berubah, demikian pula perawat gigi sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan gigi, HARUS BERUBAH, Mengapa?, karena :

  1. Perkembangan teknologi informasi telah mendorong semua orang menjadi “melek informasi”, sehingga seakan semua orang menjadi “pintar”
  2. Semua orang menjadi “pintar” dan semua orang menjadi “tidak pernah puas”
  3. Orang-orang menjadi “tidak pernah puas” dan kemudian menjadi “penuntut” untuk mendapat yang terbaik bagi dirinya
  4. Para “penuntut” kemudian menjadi para “pemilih” dan seringkali menjadi para “pengeluh”

Dan perawat gigi tentu tidak akan pernah nyaman bekerja memberikan pelayanannya di tengah-tengah “keluhan”, di antara hujan “tuntutan”. Jadi alasan sederhananya adalah, ketika ada tuntutan, maka perawat gigi harus memenuhinya, atau kalau tidak, maka perawat gigi akan kerepotan atau ditinggalkan. Mengapa?, karena organisasi pelayanan kesehatan gigi bukan hanya dokter gigi dan perawat gigi orang Indonesia saja, ada banyak tenaga kesehatan ahli gigi dan organisasi lain yang lebih siap untuk berubah dan dapat memenuhi “tuntutan” masyarakat, jadi kalau perawat gigi Indonesia tidak berkembang, maka masyarakat akan berpaling kepada mereka. Tengoklah klinik-klinik gigi berlisensi luar negeri, dan bertenagakan ahli asing? kini mereka bukan hal yang sulit lagi untuk ditemukan.

Tuntutan tidak saja datang dari pihak eksternal seperti pasien / klien pengguna pelayanan kesehatan, tuntutan juga datang dari dalam. Perhatikanlah, sistem pelayanan kesehatan dan serangkaian aturan lain sekarang telah menuntut setiap tenaga kesehatan dan juga manajemen pelayanan kesehatan untuk dapat menunjukkan kapasitas dan kualitas terbaiknya. Setiap level pelayanan kesehatan telah berlomba berbenah diri, hal ini dilakukan tidak semata-mata memuaskan keinginan dan tuntutan klien / masyarakat saja, tetapi juga tuntutan semua manusia yang terlibat dalam manajemen pelayanan kesehatan, semua orang sekarang berkeinginan untuk bekerja senyaman mungkin, mendapatkan penghasilan setinggi mungkin, dan mendapatkan kepuasan psikologis dari pekerjaannya. Bayangkan apabila seorang perawat gigi harus bekerja melayani berpuluh-puluh pasien dalam sehari dengan penanganan yang carut marut, apa yang bisa didapatkan dari pekerjaan tersebut, kenyamanan? kepuasan batin? Barangkali agak mustahil.

Membahas pencapaian kepuasan batin dalam melaksanakan pekerjaan, tidak akan terlepas dari konsep nilai atau value dalam sebuah organisasi. Semua orang kiranya akan sepakat bahwa gengsi, penghargaan, dan aktualisasi diri merupakan salah satu aspek penting selain hanya keberlimpahan materi atau pemenuhan kebutuhan material. Hirarki kebutuhan menurut Maslow mengindikasikan bahwa setiap manusia pada tahap dan kondisi tertentu memiliki kebutuhan untuk mencapai value / nilai-nilai yang dapat menaikkan harkat martabat serta aktualisasi dirinya. Dalam tatanan sosial, fenomena ini sungguh tidak dapat diabaikan, lihatlah kecenderungan orang-orang untuk memanfaatkan layanan (kesehatan dan layanan lainnya seperti pendidikan dan niaga) dari institusi yang menawarkan nilai / value yang lebih tinggi di tengah masyarakat. Orang-orang pada strata tertentu, biasanya akan berpikir dua kali untuk pergi ke tempat pelayanan kesehatan yang secara nilai layanan meragukan.

Jadi, klinik gigi sebagai bagian dari sistem pelayanan kesehatan seyogianya dikembangkan secara berkesinambungan dalam rangka meningkatkan efisiensi serta efektifitasnya dalam melayani kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan gigi yang bermutu dan bernilai tinggi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s